The Prince: Antara Keluarga dan Sakit Hati Masa Lalu

Ada salah satu film di 2014 ini yang mampu bikin gue kagum di bioskop. Ada yang udah nonton The Prince? Meskipun film yang bergenre action, thriller ini mendapatkan rating yang lumayan rendah di IMDB, plot twist dari The Prince mampu membuat keseruan saat gue nonton film ini.


Film The Prince dibintangi oleh John Cusack aktor kawakan Bruce Willis dan Jason Patric ini bercerita tentang kehidupan keluarga, sakit hati masa lalu dan pembunuhan. Ternyata sakit hati masa lalu memang mampu membuat seseorang menjadi pendendam dan melakukan apa saja untuk mengobati sakit hatinya.

Dikisahkan Paul (Jason Patric) adalah seorang mekanik dan juga seorang ayah dari Mississippi yang mempunyai masa lalu yang kelam karena dia dulunya adalah seorang pembunuh bayaran. Istrinya sudah meninggal dan kini ia hanya hidup dengan anak perempuannya yang bernama Beth (Gia Mantegna). Paul yang selama ini mengira anaknya sekolah baik-baik saja ternyata salah. Beth mendadak menghilang seminggu sebelum kepulangannya ke Mississippi, Paul bertambah curiga ketika dia menelpon ke ponsel Beth dan mendapati ponselnya berada di tangan orang lain. Paul kemudian berangkat ke apartemen Beth dan tidak menjumpai siapa-siapa. Lantas dia kemudian bertemu dengan Angela (Jessica Lowndes), sahabat dari Beth. Diiming-imingi uang $500, akhirnya Angela mau menemani Paul mencari Beth. Angela lantas menceritakan bahwa Beth terjebak ke dalam dunia narkoba.

Berangkat ke New Orleans, mereka menemui satu-satu orang yang terkait dengan menghilangnya Beth. Berangkat dari Eddie, dealer narkoba kelas ringan, mereka kemudian diarahkan ke The Parmacy, dealer narkoba kelas berat. Kedatangannya ke New Orleans ternyata tak semulus yang dibayangkan. Omar (Bruce Willis) mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa Paul berada di New Orleans. Adapun Omar adalah seorang mafia terkenal di daerah itu yang anak serta istrinya pernah dibunuh oleh Paul dalam sebuah peristiwa pengeboman. Pengeboman itu semula menargetkan Omar, namun ternyata yang menjadi korban adalah anak dan istrinya. Dendam pribadi Omar ini membuatnya gencar mencari Paul. Paul sendiri mempunyai masa lalu sebagai seorang pembunuh bayaran yang memang bertugas untuk membunuh mafia-mafia. Dahulu dia terkenal sebagai The Prince karena kelihaiannya membunuh dan mampu selamat dari setiap baku tembak yang terjadi. 

Mengetahui bahwa Paul sedang mencari anaknya di New Orleans, maka Paul berniat melakukan balas dendam atas sakit hati masa lalunya. Dibantu dengan mafia-mafia handal termasuk tangan kanannya Jung Ji Hoon (dikenal sebagai The Rain), mereka berusaha mendapatkan Beth dan memancing Paul mendatangi Omar. Paul lantas dibantu oleh Sam (John Cusack) yang dulu merupakan rekan kerja Paul.

Film besutan Brian A. Miller ini istimewa karena mampu menggabungkan tema keluarga, tanggung jawab seorang ayah dan apa yang dia lakukan di masa lalu. Aksi-aksi perkelahian dan baku tembak di film ini pun cenderung keren menurut gue. Akting dari tiga aktor utama ini pun tak kalah apik. Mereka mampu benar-benar memperlihatkan bagaimana dunia mafia itu, bagaimana kecintaan mereka terhadap keluarga meskipun mereka adalah pembunuh. Karakter The Prince sebagai legenda pun dengan baik bisa digambarkan.

Suka film action-thriller? Monggo silahkan nonton The Prince.

No comments:

Post a comment