Bianglala Series

Bianglala adalah salah satu mainan raksasa yang tingginya hampir bisa mencakar langit, memeluk senja dan bersinar ketika malam. Bianglala biasanya memuat 2-4 orang dalam tiap satu wadahnya. Bianglala memang hanya berputar, tapi ia mengajarkan bahwa kita suatu saat bisa di atas dan bisa di bawah. Pemandangan yang kita miliki pun berbeda-beda tergantung ketinggian yang kita hadapi. 

Memotret Bianglala itu punya keseruan sendiri. Karena saking tingginya, bianglala selalu disandarkan dengan keindahan langit. Saya sendiri, suka memotret bianglala di sore hari, di kala pergantian senja ke malam. Memotret bianglala juga berarti mengambil komposisi yang enak, mengukur cahaya dengan langit, dan mendapatkan sisi bianglala yang asik untuk dipotret.

Bianglala di Sekaten, sebuah pasar malam tradisional di Yogyakarta

Bianglala di sebuah taman Sindu di Yogyakarta

Senja dan Bianglala di Sekaten
Bianglala tak hanya indah dipotret secara keseluruhan. Cobalah untuk memotong setiap detailnya, misalnya saja dari dalam Bianglala ketika kamu menaikinya, atau potretlah pengunjung yang sedang berada di dalamnya. Lukiskan berbagai sudut bianglala itu dari sudut yang berbeda agar setiap orang bisa membayangkan perasaanmu naik bianglala.

Tampak dari dalam Bianglala

Bergantian ke puncak Bianglala
Salah satu yang wajib untuk dilakukan di saat memotret bianglala adalah melakukan foto bulb. Foto ini membutuhkan speed yang sangat lambat, bukaan yang cenderung kecil dan iso yang cenderung kecil. Di mode bulb ini, kamu bisa menggambar spektrum cahaya yang sangat indah. Berbagai warna kelihatan jelas dalam mode bulb ini. Salah satu alat yang akan mendukung foto bulb ini adalah tripod.

Lukisan Bianglala Sekaten

Sebuah Mata Raksasa dan Warna-Warninya

Memotret itu memang asik. Selain menyenangkan diri sendiri, foto juga bisa menyenangkan mata orang lain. Foto-foto selengkapnya bisa kamu dapatkan di instagram saya di sini. Sampai bertemu lagi di photo-blogging yang lain. ^^


No comments:

Post a comment