5 Hal Tentang Menulis Caption di Media Sosial


Hampir semua orang punya media sosial, bahkan untuk aplikasi sekelas Instagram, sudah banyak sekali yang aktif menggunakannya. Media sosial bisa dibilang adalah kanal yang baik untuk memberi informasi, baik informasi tentang personal, maupun untuk kepentingan komunitas maupun bisnis. Salah satu unsur penting yang ada di media sosial adalah caption. Caption adalah teks yang dibuat untuk menggambarkan konten kepada audiens.



Kekuatan caption begitu besar, bahkan bisa membentuk persepsi audiens terhadap apa yang dibaca. Misalnya saja ketika kita berbicara tentang promo atau diskon, selain visual yang menarik, caption membantu menjelaskan tentang detail dan membantu memberi persuasi pada audiens untuk mengikuti promo tersebut. Bahkan untuk level personal, caption mampu membentuk personal branding kita, entah menjadi orang yang humoris atau orang yang punya pengalaman banyak.



Dalam satu visual yang sama, misalnya traveling di pantai, kita bisa saja membuat dua caption seperti:

“This beach is extremely beautiful! I can’t stop seeing the waves, the sand, the coconut trees and the blue sky. It really makes my day! If you guys want to see heaven on earth you should go to this beach!”

atau

“Laut, begitu indah seperti sosok matamu. Pasir, begitu halus seperti saat tangan kita beradu. Langit, begitu luas seperti harapan yang kuletakkan padamu.”

Kedua caption di atas akan memberikan persepsi yang berbeda terhadap akun yang memposting. Yang satu akan dipersepsikan sebagai orang yang cukup stylish, hobi traveling dan pintar. Sementara yang satu lagi akan dipersepsikan sebagai orang yang sendu, puitis dan mampu menerjemahkan alam sekitar ke dalam perasaan. Lantas, bagaimana kita bisa membuat caption yang tepat? Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah apa persepsi yang ingin kamu bentuk, kemudian jalankan tips-tips ini.

1.     Berbahasa yang tepat

Maksud dari bahasa yang tepat ini adalah bahasa yang sesuai dengan target audiensmu. Misalnya ketika target audiensmu adalah anak muda, maka berbahasalah sesuai dengan bahasa anak muda, begitu pun ketika targetmu adalah ibu-ibu, maka penggunaan kata seperti “si kecil”, “bunda” dan lain-lain. Berbahasalah di level audiensmu.

2.     Awali kalimat dengan hal menarik

Hal menarik di sini sering juga disebut punch line. Kenapa penting? Di posting, sering kali caption kita hanya terbaca 2-3 baris pertama, yang kemudian harus diklik see more untuk membaca lebih lanjut. Di 2-3 baris pertama inilah kamu harus membuat audiens ingin membaca lebih lanjut, penasaran akan hal selanjutnya. Bahkan kamu bisa membuat caption-caption yang cenderung click-bait, misalnya “Aku ingin bercerita tentang lima hal keren yang aku temukan di pantai ini…”

3.     Panjang pendek caption tergantung pesan

Apakah membuat caption pendek itu harus? Tergantung. Apakah membuat caption panjang lebih baik? Tergantung. Semua itu tergantung inti pesan yang akan kamu sampaikan. Jika kamu ingin berbicara tentang promo atau diskon, kamu tidak perlu bertele-tele menjelaskan, seperlunya saja. Beda halnya ketika kamu ingin menjelaskan sesuatu yang bercerita, tentu kamu tidak bisa menjelaskan di caption yang pendek. Untuk promo misalnya, kamu bisa membuat caption seperti ini:
“Merdeka Indonesia, Merdeka dari harga normal! Dapatkan diskon hingga 73% untuk pembelian Sepatu Eagle hanya di website eagle.co.id selama periode 10-23 Agustus 2018. Jangan sampai kehabisan persediaan!”

4.     Ajak orang untuk melakukan sesuatu

Sering juga disebut sebagai “Call-To-Action”, ini adalah elemen yang harus diperhatikan dalam membuat caption. CTA ini bisa berupa ajakan ke audiens untuk berkomentar atau membagikan pengalamannya, tag temannya, dan lain-lain. Di algoritma media sosial, kamu akan diajak untuk memperbanyak komentar dan diskusi agar postinganmu mampu menjangkau lebih banyak orang. Kamu bisa membuat CTA misalnya seperti ini:
… Apakah kamu merasakan hal yang sama juga? Coba deh bagikan pengalamanmu ketika menghadapi situasi seperti ini!”

5.     Buatlah audiens merasakan sesuatu

Caption seharusnya mampu menggambarkan situasi yang mudah dibayangkan oleh audiens. Ketika kita berbicara tentang hal yang sedih, buatlah alur bagaimana ketika membaca caption, orang bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Begitupun ketika ini adalah momen happy, bagikan perasaan itu ke yang membaca. Mereka pun tanpa sadar akan menyukai atau memberi komentar di postinganmu.

Membuat caption memang membutuhkan latihan, hasilnya pun tidak bisa dilihat seketika. Lama-kelamaan, caption yang akan kamu buat akan mencerminkan persepsi yang kamu ingin bentuk. Tips ini bisa diaplikasikan ke akun personalmu atau akun bisnis yang kamu pegang. Jangan pernah meremehkan caption, karena tanpa caption, media sosialmu pun tidak akan kuat.


No comments:

Post a Comment